Minggu, 18 November 2012

My best husband, my hero


Sabtu, 08 September 2012. Pk 19.00 Malang.
            Dear Diary,
            Hari ini terlalu indah buat aku. Tadi sebelum kuliah jam kedua Yayah datang ke kampusku. Ada sesuatu yang dia bawa untukku. Bukan coklat seperti biasanya, tetapi sebuah laptop lengkap dengan tas dan asesorisnya. Warnanya putih, cantik sekali. Kata Yayah laptop ini untuk memudahkanku dalam kuliah dan menulis. Alhamdullilah! Aku seneng banget Diary, bukan karena apa yang dia berikan, tetapi ketulusan dan dukungan penuh yang selalu Yayah berikan untukku. There’s no reason to leave him...to forget him...
            Diary, malam ini kita ngobrol sebentar aja ya? Aku capek dan ngantuk banget setelah bekerja dari pagi hingga siang terus kuliah dari siang sampe sore. Met malem sahabatku....
            Rabu, 12 September 2012. Pk 21.00 Malang.           
            Diary sayang, tiba-tiba aja aku kangen dengan curhatku ke kamu tentang semua rasaku pada yayah. Maka aku buka kembali lembar demi lembar halamanmu, kubuka lagi ingatanku pada semua kejadian pahit, manis, sedih dan tawa saat aku pedekate bersama yayah hingga akhirnya mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupku.
            Diary, kamu masih inget nggak disaat semua orang mencibir sinis ketika tahu aku menjalin hubungan dengan yayah? Apa kata mereka? Aku perempuan bodoh yang mau ditipu cowok kampungan, cowok miskin dan rendah, nggak selevel denganku  bla bla bla...
            Diary, hanya kamu yang tahu apa yang aku rasa. Karena hanya kamulah satu-satunya yang kuceritakan tentang apa yang telah diberikan yayah padaku yang mungkin takkan bisa aku balas hingga akhir hayatku. Disaat semua orang mentertawakan dan menghinaku, yayah selalu membelaku menepis semua omong kosong yang tertuju padaku. Yayah selalu ada disaat aku menangis karena dicemooh dan disakiti. Saat aku terpuruk, frustasi dan trauma atas luka masa lalu yang teramat dalam yayah membangkitkan semangat hidupku, tak henti-hentinya memberi support untukku. Yayah yang menuntunku kembali ke Jalan Allah yang telah lama aku tinggalkan.
            Diary, masih ingat nggak saat aku cerita ke kamu betapa bahagianya aku ketika  yayah memperlakukan aku bagai seorang perempuan yang mulia, seperti seorang putri yang suci dan sangat melindungiku. Bahkan saat itu aku menangis dan malu karena aku sadar betapa hinanya aku dan nggak pantas mendapat perlakuan bagai seorang Ratu. Yayah telah mengangkat derajat dan harga diriku, memuliakan hidupku yang dulu porak-poranda nggak tentu arah dan selalu menjadi bahan cibiran orang-orang di sekitarku.
            Diary, saat aku membuat sebuah keputusan terbesar dalam hidupku dan ketika tak seorangpun meyakini apa yang aku putuskan. Aku menikah dengan laki-laki yang telah membuka mataku, yang menunjukkan bahwa dunia begitu indah.
Jumat, 28 September 2012. Pk 23.00 Malang.
Dear Diary....
Sebagai seorang suami Yayah mengajarkanku banyak hal yang sebelumnya sempat membuatku tertekan. Namun kini aku mengerti mengapa seorang wanita harus menjaga kehormatan diri dan suaminya. Yayah bahkan mendukungku untuk menempuh pendidikan S1, selalu mendukung hobby menulisku. Yayah selalu menghiburku jika aku sedih saat tulisanku tidak bisa dimuat di media yang aku tuju. Dia selalu menyemangati aku agar tetap menulis dan menulis. Yayah mengajarkan aku hidup dalam kesederhanaan dan ikhlas menerima apapun yang diberikan Allah padaku.
Diary, Yayah telah mengajarkan padaku untuk selalu bersyukur apapun yang aku terima dari Allah walaupun sebuah cobaan karena selalu ada hikmah dari setiap cobaan yang aku hadapi.
Diary, rasanya nggak ada yang pantas bagiku untuk meninggalkannya seperti yang orang lain katakan padaku. Biarlah, hanya aku dan kamu yang tahu mengapa aku sangat beruntung memiliki Yayah dan mengapa aku menganggap Yayah sebagai seorang pahlawan yang telah menyelamatkan hidupku. Karena selama ini hanya kamu sahabat terbaikku. Walaupun sekarang kamu bukan sebuah buku lagi, tetapi berupa dokumen yang aku simpan rapi dalam laptopku kamu tetap satu-satunya sahabat terbaikku yang selalu menginspirasi setiap langkahku dalam menjalani hidup dan menggapai cita-cita dan mimpi indahku. Terima kasih Diaryku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar