Sabtu, 17 November 2012

Titip rindu buat ayah tercinta

My best dad.....
Apa khabar ayahku? 

Maafkan anakmu ini yang nggak pernah mengabarimu, nggak pernah menelfonmu.

Anak yang selalu membuat pikiran Ayah nggak tenang memikirkan aku di rantau. Ayahku sayang, begitu banyak air mata yang telah kau keluarkan untukku, anak kesayanganmu yang sejujurnya nggak pantas dikatakan sebagai "anak emas". Begitu dalam luka yang telah kutorehkan di hatimu hingga membuatmu jatuh sakit dan terbaring lemah tak berdaya. Semua itu karena aku, anak kesayanganmu.

Ayahku tercinta, seperti itulah hidup yang aku jalani. Kisah hidupku yang perih tak hanya melukaiku, tetapi juga buah hatiku, Ibuku, Ayahku dan keluargaku. Aku juga ingin seperti orang lain bahagia dalam membangun rumah tangganya, namun kenyataan itu telah membuka mataku, hidup tak selalu berjalan indah seperti mimipi kita.

Ayah, tak ada yang bisa kuungkapkan betapa besar cinta dan dalam rindu ini bersemayam di hatiku untukmu. Meski tak ada yang tahu dan menganggapku hanya doa yang bisa aku panjatkan setiap saat untukmu, juga untuk Ibu. 

Tunggu aku Ayahku, di saat itu aku akan datang selesaikan semuanya, datang padamu menumpahkan segala rindu yang selama ini kupendam, membuatmu tersenyum dan bahagia. 

Tunggu aku Ayah.......agar Ayah tahu betapa aku mencintai dan merindukanmu.....di sini, di rantau ini dan betapa ingin aku bisa membuatmu kembali tersenyum dan bahagia saat aku bisa kembali membuatmu bangga memiliki anak kesayangan "aku" seperti dulu. Amin.

I LOVE YOU. MISS YOU SO MUCH. PLEASE WAIT FOR ME, I WILL COME TO YOU MAKE YOU SMILE AND HAPPY. DON'T CRY MY BEST FATHER.....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar